• Berita

Mahasiswa UWP Usung Konsep Desa Mandiri, Dampingi Warga Glagaharum Olah Sampah Berkonsep Pyrolysis dan Biogas

  • 06 Sep 2021
  • Berita Kampus

Di saat pandemi covid 19 tidak membuat mahasiswa berdiam diri, tapi justru harus lebih kreatif dalam belajar mengembangkan ilmu dan mengaplikasikannya untuk kemajuan masyarakat. Kemendikbud juga memfasilitasi hal tersebut dengan kampus merdeka belajar. Salah satu program kampus merdeka belajar adalah Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D).

Hal tersebut tentu menjadi tantangan bagi mahasiswa Universitas Wijaya Putra (UWP) untuk eksis dan mengikuti program tersebut. Tim Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) UWP dengan mengusung konsep desa mandiri energi, mereka mengolah sampah menggunakan konsep pyrolysis dan biogas menjadi produk yang bernilai.

“Pandemi bukan halangan bagi tim untuk diam saja, melainkan membuat tim lebih kreatif dan bersemangat untuk menjalankan program. Dengan prinsip sebaik-baik orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain,” kata dosen pembimbing tim PHP2D UKKI UWP, M. Hasan Abdullah ST., M.MT.

Baca juga: Menpora Minta Atlet Elite Tidak Lagi Ikut PON

Menurut Hasan, panggilan akrab M. Hasan Abdullah dosen pembimbing tim PHP2D UKKI, ada 11 mahasiswa yang masuk dalam tim PHP2D UKKI. Yaitu Mochamad Syahrul Gunawan (ketua, Teknik Mesin), Sahroni (anggota, Manajemen), Dyah Puspita IBSW (anggota, Teknik Industri), Niken Ayu A (anggota, Akuntansi), Kahyangan Ilmi SB (anggota, Manajemen), Rnanda Agustin (anggota, Teknik Mesin), Moch Rizal Fadli (anggota, Teknik Industri), Ainur Rohmat (anggota, Teknik Informatika), Shela Firnanda (anggota, Akuntansi), Wanda Dwi P (anggota, Managemen) dan Khofifah (anggota, Akuntansi).

Kegiatan ini bermula ketika tim melakukan survei desa, kemudian melihat desa di wilayah Porong, Sidoarjo, yang sedang mengalami permasalahan tentang sampah. Warga desa masih membuang sampah secara sembarangan. Kemudian langsung dibakar di pinggir-pinggir jalan. Hal tersebut mengakibatkan pencemaran udara. Padahal jika sampah dikelola dengan baik mempunyai manfaat yang luar biasa.

Atas dasar permasalahan tersebut maka tim PHP2D UKKI Universitas Wijaya Putra Surabaya berusaha memberikan solusi dengan pengelolaan sampah terpadu menggunakan Reaktor Biogas dan Mesin Pyrolysis guna mewujudkan desa mandiri energi di desa Glagaharum.

Jadi, sampah organik akan dimanfaatkan menjadi biogas dan sampah anorganik plastik yang tidak memiliki nilai jual akan diolah menjadi bahan bakar setara bensin dan solar. Biogas dan bahan bakar minyak tersebut digunakan untuk memanaskan mesin Pyrolysis dan menghidupkan genset yang menghasilkan listrik untuk menerangi fasilitas umum yang ada di desa.

Peletakan batu pertama pembangunan rumah pengolahan sampah terpadu (PST) ini dihadiri oleh Kepala Desa Glagaharum, M. Syaifulloh, S.Ag. M.Pdi. Untuk pembuatan proses pirolysis saat ini sudah mencapai 60 persen dan untuk biogas sudah mencapai 50 persen. “Semoga apa yang sudah dilakukan adik-adik mahasiswa Universitas Wijaya Putra di Desa Glagaharum bisa bermanfaat bagi warga,” ujar Kades Glagaharum, M. Syaifulloh, S.Ag. M.Pdi. (nin/jay)

Sumber : https://radarsurabaya.jawapos.com/read/2021/09/05/287363/dampingi-warga-glagaharum-olah-sampah-berkonsep-pyrolysis-dan-biogas