• Berita

de_BETTA_cultum UWP Lolos Pendanaan KBMI Dulang Cuan lewat Bisnis Ikan Cupang Hias

  • 23 Aug 2021
  • Berita Kampus

Masa pandemi Covid-19 merupakan sebuah keniscayaan di muka bumi era akhir tahun 2019 sampai dengan sekarang tahun 2021. Dampaknya hampir seluruh lini kehidupan sudah merasakannya.

Ini tentu saja sebuah tantangan baru agar tetap bisa bertahan di masa pandemi. Seperti yang dilakukan mahasiswa Universitas Wijaya Putra (UWP) Surabaya yang berbisnis ikan cupang hias.

"Saat pandemi, aktivitas masyarakat Indonesia cenderung ada di rumah dengan pembatasan pergerakan dan mobilitas. Nah, kami akhirnya punya ide bisnis ini," kata dosen pembimbing tim de_BETTA_cultum UWP, Nurleila Jum'ati, S.Psi., MM., M.Psi.,

Menurut Lela --panggilan karib Nurleila Jum'ati, tim de_BETTA_cultum lolos pendanaan Kegiatan Berwirausaha Mahasiswa Indonesia (KBMI) yang diselenggarakan oleh Kemendikbud Ristek. Para mahasiswa yang terlibat dalam proyek ini adalah Vio Jhondan Putra (Ketua, Teknik Informatika), Joko Slamet (Anggota, Teknik Industri), Fajar Romadon (Anggota, Akuntansi), Dela Kristiana (Anggota, Akuntansi). 

Pihaknya memilih proyek ini karena saat pandemi, aktifitas dilakukan di rumah, BDR (Belajar dari rumah), WFH (bekerja di rumah). Rumah yang menjadi sentral aktivitas perlu diperindah agar penghuninya betah. Salah satu memperindah rumah dengan memelihara ikan cupang hias. "Banyak manfaat yang diperoleh dengan memelihara ikan cupang hias ini," tutur Lela.

Selain untuk memperindah rumah, memelihara ikan cupang hias pun dapat meningkatkan salah satu hormone kebahagiaan yaitu oksitosin. Hormon oksitosin akan muncul Ketika individu bermain dengan hewan peliharaan. Manfaat hormon oksitosin antara lain, seperti mengurangi rasa sakit, mengurangi stres dan membuat perasaan membaik. Selain itu, oksitoksin juga membantu dalam meningkatkan kepercayaan dan ikatan emosional antara individu di dalam rumah.

Kemendikbud Ristek yang mengusung inovasi pembelajaran dengan konsep Merdeka Belajar, Kampus Merdeka (MBKM) memberikan peluang yang besar bagi mahasiswa untuk mengembangkan kewirausahaan atau bisnisnya.

Dalam mengembangkan bisnis yang sudah berjalan setahun ini, tim mengembangkan strategi pemasaran melalui paket penjualan hampers atau stater pack ikan cupang hias yang terdiri dari ikan cupang, unique solitaire, pakan, garam grosok, daun Ketapang, obat untuk white spot, serok ikan dan kartu ucapan terima kasih beserta quarantee card. Paket tersebut dipacking dalam kardus, yang sekarang lagi booming dengan nama hampers.

Selama bulan Agustus paket tersebut dijaual dengan harga Rp 75 ribu,  dengan berbagai media penjualan, baik FB, IG maupun tik tok yang dimiliki oleh tim de_BETTA_cultum. Capaian yang diraih oleh tim de_BETTA_cultum yaitu sudah mendapatkan legalitas berupa NIB (Nomor Induk Berwirausaha) dan IUMK (Izin Usaha Mikro Kecil). (nin)

sumber: https://radarsurabaya.jawapos.com/read/2021/08/23/284324/dulang-cuan-lewat-bisnis-ikan-cupang-hias